JAKARTA, iNews.id - Salah satu peristiwa internasional yang heboh di tahun 2021 adalah penarikan pasukanAmerika Serikat (AS) dan sekutunya dari Afghanistan yang membuka jalan bagi Taliban untuk menguasai kembali negara itu.
Taliban pernah berkuasa di Afghanistan pada periode 1996 hingga 2001 sampai kedatangan pasukan AS untuk mencari Osama bin Laden terkait serangan 11 September. Setelah 20 tahun pertempuran, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik semua pasukannya yang kemudian diwujudkan di masa kepemimpinan Joe Biden.
Sejak pengumuman itu, Taliban semakin digdaya. Satu per satu provinsi di Afghanistan direbut dari pasukan pemerintah. Bahkan pada beberapa kasus, perebutan wilayah berlangsung tanpa perlawanan.
Tanpa bantuan pasukan AS, Pemerintahan Afghanistan di bawah Presiden Ashraf Ghani tidak mampu melawan gempuran pejuang Taliban. Hingga puncaknya, Taliban merebut Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus sekaligus menandai jatuhnya pemerintahan Ashraf Ghani.
Kabul memang bukan wilayah terakhir yang direbut. Namun sebagai pusat pemerintahan, perebutan Kabul cukup merepresentasikan penguasaan Taliban atas Afghanistan. Satu provinsi lain yang belum dikuasai saat itu adalah Pansjshir, markas milisi Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA) yang dipimpin Ahmad Massoud, putra komandan mujahidin Ahmad Shah Massoud yang berperan mengusir Uni Soviet saat perang pada 1980-an. NRFA sejak dulu merupakan musuh Taliban.