Kaleidoskop 2021: Taliban Kuasai Afghanistan Setelah Perang 20 Tahun Lawan AS

Anton Suhartono
Taliban kembali menjadi penguasa di Afghanistan setelah AS menarik semua pasukannya pada Agustus 2021 (Foto: Reuters)

Permintaan dari Taliban agar AS segera mencairkan aset itu tak dipenuhi dengan alasan kelompok itu belum memenuhi permintaan soal jaminan bagi hak-hak perempuan dan minoritas, serta lebih inklusif.

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi menyampaikan surat terbuka kepada DPR AS bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Afghanistan adalah ketidakamanan keuangan.

“Saya menyampaikan pujian kepada Anda dan ingin berbagi beberapa pemikiran tentang hubungan bilateral kita,” kata Muttaqi, seraya menegaskan bahwa 2021 merupakan perayaan 100 tahun pengakuan AS terhadap kedaulatan Afghanistan.

Sementara itu negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berupaya mencari solusi atas krisis ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 19 Desember.

Jutaan warga Afghanistan menghadapi kelaparan parah di musim dingin. Kondisi ini perlu direspons secara serius oleh masyarakat internasional. Negara-neara Muslim mengambil inisiatif karena keengganan Barat membantu pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban. 

"Jika tak mengambil tindakan segera, Afghanistan menuju kekacauan," kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dalam sambutannya.

Dia menambahkan krisis pengungsi serta ancaman kekerasan oleh ISIS akan memperparah situasi. Pertemuan 2 hari yang diselenggarakan Pakistan ini juga mengikutsertakan perwakilan dari PBB, lembaga keuangan internasional, serta beberapa kekuatan dunia termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal