Dormitzer mengatakan, mutasi varian lain yang ditemukan di Afrika Selatan, yang disebut mutasi E484K, juga mengkhawatirkan. Para peneliti akan menjalankan tes serupa untuk melihat apakah vaksin tersebut efektif melawan mutasi varian lain yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.
Sebelumnya muncul kekhawatiran di kalangan para ilmuwan bahwa vaksin yang diluncurkan Pfizer dan BioNTech mungkin tidak dapat melindungi penggunanya dari varian Covid-19 baru, terutama yang muncul di Afrika Selatan.
Sementara itu, profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, Simon Clarke mengatakan, meski kedua varian Covid-19 memiliki beberapa kesamaan, galur yang ditemukan di Afrika Selatan memiliki mutasi tambahan dengan perubahan yang lebih luas pada lonjakan protein.