Jerman dan Prancis Tolak Bayar Gas Rusia dengan Rubel seperti Perintah Putin

Ahmad Islamy Jamil
Pipa gas alam yang disalurkan Rusia ke Eropa melalui salah satu wilayah di Belarusia. (Foto: Reuters)

BERLIN, iNews.idJerman dan Prancis menolak tuntutan Rusia bahwa negara-negara Eropa harus membayar gas yang diimpor dari negeri beruang merah dalam mata uang rubel. Berlin dan Paris menilai langkah Moskow itu sebagai pelanggaran kontrak yang tidak dapat diterima. 

Kedua negara anggota Uni Eropa itu juga menyebut manuver Rusia terebut sama saja dengan pemerasan.

Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck mengatakan, dia belum membaca dekret yang baru saja ditandatangani oleh Presiden Rusia Valdimir Putin. Dekret itu mengamanatkan pembayaran gas alam Rusia dalam rubel oleh setiap pembeli asing.

Menurut Hebeck, Jerman sudah siap untuk semua skenario, termasuk jika seandainya Berlin harus menghentikan aliran gas Rusia ke Eropa. “Upaya Rusia untuk memecah sekutu Barat dengan mewajibkan pembayaran gas dalam rubel telah gagal,” katanya, Kamis (31/3/2022), seperti dilansir Reuters

Sementara Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan, negaranya dan Jerman bakal menolak permintaan Rusia tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo: Saya Baik sama Putin, tapi Juga Baik sama Trump

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal