Jepang: Hati-Hati, Kudeta Militer Myanmar Bisa Perkuat Pengaruh China di Asia Tenggara

Ahmad Islamy Jamil
Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi, Senin (1/2/2021). (Foto: Reuters)

Sejak 2014, melalui seminar dalam negeri dan program lainnya, Kementerian Pertahanan Jepang telah melatih cukup banyak perwira militer Myanmar dalam banyak hal. Mulai dari pengobatan bawah air, meteorologi penerbangan, bantuan bencana, hingga Bahasa Jepang. 

Kedua negara juga memiliki program pertukaran akademik, di mana delapan kadet dari militer Myanmar saat ini belajar di Akademi Pertahanan Nasional Jepang.

Sebagai bagian dari upaya untuk menahan pengaruh yang tumbuh dari Tiongkok di Laut China Selatan dan Samudera Hindia, Jepang telah memfokuskan kebijakan luar negerinya pada “dukungan pembangunan kapasitas” dengan negara-negara ASEAN. Ini menjadi bagian dari strategi keamanan negeri samurai dalam beberapa tahun terakhir.

Nakayama selama ini memang secara terbuka mengkritik China. Politikus Partai Demokrat Liberal itu mengatakan, dia mengamati tindakan Beijing di Laut China Selatan dengan hati-hati, menyusul pengesahan undang-undang baru Tiongkok yang mengizinkan penjaga pantai mereka menembaki kapal asing.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
5 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
6 hari lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal