Jepang: Hati-Hati, Kudeta Militer Myanmar Bisa Perkuat Pengaruh China di Asia Tenggara

Ahmad Islamy Jamil
Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi, Senin (1/2/2021). (Foto: Reuters)

Militer Myanmar menuduh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), meraih kemenangan telak dalam Pemilu 8 November secara curang.

Jepang adalah negara donor utama yang memberikan banyak bantuan kepada Myanmar. Hubungan negeri matahari terbit itu dengan Myanmar juga terbilang dekat sejak lama.

Tokyo pun menanggapi peristiwa kudeta militer kemarin dengan menyerukan pembebasan Suu Kyi dan anggota pemerintahan sipilnya. Jepang juga menginginkan pemulihan demokrasi di negara sahabatnya itu.

Nakayama mengatakan, setiap langkah untuk menangguhkan program kemitraan Jepang dengan militer Myanmar dapat menyebabkan China memenangkan lebih banyak pengaruh, yang berpotensi merusak keamanan, terutama di kawasan Laut China Selatan.

“Jika kita berhenti (berdialog), hubungan militer Myanmar dengan tentara China akan semakin kuat. Mereka akan semakin jauh dari negara-negara bebas termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Saya pikir itu akan menimbulkan risiko bagi keamanan kawasan,” kata Nakayama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
5 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
6 hari lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal