Jenderal Min Aung Hlaing Janjikan Pemilu Myanmar yang Demokratis Pascakudeta

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing (Foto: MRTV via Reuters)

Polisi merespons dengan menembakkan water cannon ke pengunjuk rasa. Petugas juga mengancam akan menembak demonstran jika tidak bubar, meski demikian unjuk rasa berakhir tanpa pertumpahan darah.

Pegawai negeri sipil, dokter, dan guru, ikut mendukung seruan pembangkangan sipil dan pemogokan.

"Kami meminta staf pemerintah dari semua departemen untuk tidak bekerja mulai Senin," kata aktivis Min Ko Naing, seorang veteran demonstrasi 1988.

Kedutaan Besar Amerika Serikat mendapat laporan pemerintah memberlakukan jam malam di Yangon dan Mandalay mulai pukul 20.00 sampai 04.00 waktu setempat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Destinasi
10 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
11 hari lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Internasional
30 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal