“Penghancuran rumah para pejuang adalah hukuman kolektif yang termasuk dalam kejahatan perang yang dilakukan oleh pendudukan (Israel) terhadap rakyat kami,” kata Abdel Fattah Dola dari partai Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Israel berdalih kebijakan penghancuran rumah pelaku adalah hukuman dan pencegahan bagi penyerang potensial.
Beberapa jam sebelumnya, utusan AS untuk Palestina, Hady Amr, bertemu dengan pejabat senior Palestina Hussein al-Sheikh.
Kekerasan di Tepi Barat, Palestina, telah meningkat selama setahun terakhir. Israel mengintensifkan serangan militernya di tengah serentetan serangan jalanan yang dilakukan oleh warga Palestina di kota-kota kawasan tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, setidaknya 158 warga Palestina telah dibunuh oleh Israel sejak Januari lalu. Sementara Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim ada 20 warga Israel dan dua warga negara asing tewas dalam serangan oleh warga Palestina pada periode yang sama.