RAMALLAH, iNews.id – Bentrokan meletus setelah pasukan Israel melakukan serangan Ibu Kota Palestina, Ramallah, Kamis (8/6/2023) dini hari waktu setempat. Serangan militer zionis ke kota yang menjadi pusat pemerintahan Palestina itu terbilang langka.
Seorang saksi mata Reuters mengatakan, konvoi militer besar Israel tiba di pusat kota Ramallah. Hal itu mendorong ratusan warga Palestina untuk berkumpul di daerah tersebut.
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Beberapa pemuda Palestina lantas melemparkan batu ke arah pasukan Israel. Sementara tentara zionis menembakkan peluru tajam, granat kejut, dan gas air mata ke arah kerumunan tersebut. Saksi tersebut mengatakan, warga juga membakar tempat sampah untuk memblokir jalan. Sementara sirene ambulans meraung-raung.
Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, sedikitnya enam orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Tiga di antara korban menderita luka tembak.
Pidato di Kelompok Lobi Pro-Israel, Menlu AS Ingatkan Jangan Caplok Tanah Palestina
Militer Israel mengklaim pasukannya beroperasi di Ramallah untuk menghancurkan kediaman “teroris” yang melakukan serangan bom di Yerusalem pada November lalu. Ledakan kembar kala itu menewaskan dua orang, termasuk seorang remaja Israel-Kanada, dan melukai sedikitnya 14 orang lainnya. Polisi Israel menyebut ledakan pada waktu itu berasal dari bom rakitan yang dipasang di halte bus dekat pintu keluar kota dan di persimpangan menuju pemukiman.