Israel Bakal Seret Polisi Pembunuh Lelaki Autis Palestina ke Pengadilan

Ahmad Islamy Jamil
Mobil polisi Israel (ilustrasi). (Foto: AFP)

Sementara pengacara keluarga Hallak, Khalid Zabarkah mengatakan, upaya Kementerian Kehakiman Israel kali ini belum cukup untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada polisi pembunuh itu. “Keputusan (kementerian) itu penting, tapi belum cukup. Iyad tidak menimbulkan bahaya apa pun untuk dijadikan sasaran dan dibunuh dengan cara yang buruk seperti ini,” kata Zabarkah.

Menurut Kementerian Kehakiman Israel, polisi di tempat kejadian meyakini Hallak adalah teroris karena perilakunya yang “mencurigakan”. Ketika dicegat polisi, Hallak disebut-sebut “melarikan diri”, sehingga membuat aparat mengejar korban.

Keluarga Hallak mengatakan, meski berumur 31 tahun, korban masih memiliki mental usia delapan tahun karena autisme yang disandangnya. Sejumlah saksi melaporkan bahwa Hallak tampak panik setelah diteriaki polisi Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut kematian Hallak sebagai “sebuah tragedi” yang disayangkan oleh “seluruh publik Israel, serta seluruh Pemerintah Israel”.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

57 tahun lalu

Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  

57 tahun lalu

Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal