Isak Tangis Korban Gempa Maroko, Ayah Kehilangan Anak yang Akan Masuk Sekolah

Ahmad Islamy Jamil
Tim penyelamat membawa salah satu jenazah korban gempa di Amizmiz, Maroko, Minggu (10/9/2023). (Foto: Reuters)

Di antara korban tewas adalah Suleiman Aytnasr yang berusia 7 tahun. Sebelum gempa, ibunya sempat menggendong bocah itu ke kamar tidurnya setelah dia tertidur di ruang tamu rumah mereka. Keluarga itu tinggal di sebuah dusun di luar Talat N'Yaaqoub, salah satu daerah yang terkena dampak gempa paling parah. Tak lama lagi, Suleiman seharusnya masuk sekolah dan akan memulai tahun ajaran baru.

“Saat istriku kembali, gempa terjadi dan langit-langit hancur dan menimpa anakku,” kata ayah Suleiman, Brahim Aytnasr. 

Mata pria itu tampak merah karena tak berhenti menangis. Sepanjang Senin kemarin, dia menghabiskan hari dengan mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih tersisaa dari puing-puing rumahnya.

Di Desa Tagadirte, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Salah satu penduduk, Mohamed Ouchen (66) menceritakan bagaimana warga menarik 25 orang hidup-hidup dari reruntuhan tak lama setelah gempa terjadi.

Salah satu yang diselamatkan adalah saudara perempuannya sendiri. “Kami sibuk menyelamatkan, karena tidak punya alat, kami pakai tangan,” ujarnya. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M4,6 Guncang Sukabumi, Kedalaman 25 Km

57 tahun lalu

Bus Terbakar usai Ditabrak Kereta di Thailand, 8 Orang Tewas 25 Luka-Luka

57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Dalkot Tewaskan 1 Orang, Bermula saat Ganti Ban

57 tahun lalu

Gempa Terkini Magnitudo 4,0 Guncang Bayah Banten Pagi Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal