Isak Tangis Korban Gempa Maroko, Ayah Kehilangan Anak yang Akan Masuk Sekolah

Ahmad Islamy Jamil
Tim penyelamat membawa salah satu jenazah korban gempa di Amizmiz, Maroko, Minggu (10/9/2023). (Foto: Reuters)

RABAT, iNews.id – Penduduk desa di pelosok Maroko menangisi kerabat yang hilang di bawah reruntuhan rumah mereka pada Senin (11/9/2023) waktu setempat. Pemandangan itu terlihat tatkala jumlah korban tewas akibat gempa sudah melebihi 2.800 jiwa.

Itu adalah gempa bumi paling mematikan di Negeri Magribi dalam lebih dari enam dekade. 

Sementara itu, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang selamat. Tim pencari dari Spanyol, Inggris dan Qatar bergabung dalam upaya penyelamatan warga Maroko yang masih hidup, setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Pegunungan Atlas Tinggi, dengan pusat gempa 72 km sebelah barat daya Kota Marrakesh.

TV pemerintah melaporkan, jumlah korban tewas meningkat menjadi 2.862 jiwa dan 2.562 orang terluka. Sebelumnya, korban tewas dilaporkan sebanyak 2.681 jiwa dan lebih dari 2.500 orang lainnya luka-luka.

Tim penyelamat mengatakan, rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur tradisional dan banyak terdapat di wilayah tersebut, mengurangi kemungkinan mereka menemukan korban selamat. Sebab, rumah-rumah tersebut kini telah hancur.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M4,6 Guncang Sukabumi, Kedalaman 25 Km

57 tahun lalu

Bus Terbakar usai Ditabrak Kereta di Thailand, 8 Orang Tewas 25 Luka-Luka

57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Dalkot Tewaskan 1 Orang, Bermula saat Ganti Ban

57 tahun lalu

Gempa Terkini Magnitudo 4,0 Guncang Bayah Banten Pagi Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal