Iran: Tawaran Damai Trump Hanya Sandiwara untuk Tenangkan Pasar

Anton Suhartono
Tawaran damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran dinilai hanya sandiwara (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Tawaran damai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Iran dinilai hanya sandiwara. Kecurigaan ini muncul seiring sikap keras Teheran yang menegaskan tidak akan lagi percaya pada Washington setelah serangkaian kegagalan negosiasi di masa lalu.

Portal berita Axios melaporkan, pemerintah Iran bahkan secara terbuka menyampaikan kepada negara-negara mediator bahwa tawaran pembicaraan damai dari Trump kemungkinan hanyalah manuver politik. Mereka menilai, peningkatan kehadiran militer AS di kawasan justru memperkuat dugaan bahwa ajakan negosiasi tidak tulus.

Seperti diketahui, negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir telah gagal dua kali, yakni pada Juni 2025 dan kembali berujung konflik pada 2026 yang masih berlangsung hingga kini. Pengalaman tersebut menjadi alasan utama Iran menolak mempercayai komitmen baru dari Washington.

Laporan media menyebut Iran telah memberi tahu negara-negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki bahwa langkah-langkah militer AS yang terus meningkat membuat tawaran damai terlihat seperti taktik semata.

Di sisi lain, Trump tetap bersikeras proses diplomasi sedang berjalan. Dia menyebut tim negosiasi AS melibatkan sejumlah pejabat tinggi, seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta penasihat senior Jared Kushner.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal