5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pigai Desak Investigasi dan Evaluasi
JAKARTA, iNews.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons terkait lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil).
Pigai menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, peristiwa tersebut harus diusut tuntas untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menghadirkan keadilan bagi para korban.
Selain itu, dia menyebut evaluasi terhadap sistem pelatihan perlu dilakukan. Namun, proses tersebut tidak boleh menghilangkan upaya pencarian keadilan atas meninggalnya lima peserta.
“Kalau saya, kematian ini harus dilakukan evaluasi. Tidak bisa dibiarkan, tidak boleh mengabaikan. Karena sekalipun nanti pendidikan dasarnya dievaluasi, itu tidak berarti menghilangkan proses pencarian keadilan terhadap mereka,” kata Pigai dalam konferensi pers terkait isu HAM aktual di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Dia menekankan, nyawa manusia tidak bisa dinilai berdasarkan jumlah korban. Menurutnya, satu korban jiwa pun sudah menjadi persoalan serius yang wajib ditelusuri.