WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Iran melayangkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, menegaskan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan menjadi sasaran pembalasan jika Teheran diserang lebih dulu.
Langkah diplomatik tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, menyusul laporan penarikan ratusan personel militer AS dari sejumlah pangkalan strategis di kawasan Teluk.
Dalam suratnya kepada Guterres pada Kamis, kepala misi Iran untuk PBB menegaskan, jika negaranya menjadi target serangan, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer musuh di kawasan akan dianggap sebagai target yang sah.
“Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali,” demikian isi surat tersebut, dikutip dari Anadolu.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip pejabat senior Departemen Pertahanan AS (Pentagon), melaporkan militer AS menarik ratusan personel dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Selain itu, pasukan yang ditempatkan di pangkalan Bahrain, menjadi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, juga disebut telah ditarik.