Gharibabadi menjelaskan, upacara penandatanganan akan digelar di kota tersebut, sementara sejumlah ketentuan dalam kesepakatan mulai diterapkan lebih awal. Salah satunya adalah pencabutan blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang mulai berlaku pada Minggu malam waktu AS atau Senin (15/6/2026) pagi waktu Iran.
Menurut Gharibabadi, MoU tersebut bukan sekadar hasil perundingan diplomatik, melainkan juga buah dari pencapaian militer Iran selama konflik berlangsung.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai. Dia mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari implementasi perjanjian damai tersebut.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump melalui akun Truth Social.