Dia mengatakan, pelayaran kapal melalui Selat Hormuz tetap harus mengikuti rute terkoordinasi yang sebelumnya telah diumumkan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran.
Konflik AS-Israel dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah menewaskan ribuan orang dan menggoyahkan Timur Tengah. Konflik tersebut juga secara efektif menutup Selat Hormuz, yang biasanya dilalui seperlima minyak dan gas alam cair dunia, mengancam terjadinya guncangan minyak terburuk dalam sejarah.
Sementara, harga minyak dunia turun sekitar 9 persen setelah unggahan Araqchi terkait pembukaan Selat Hormuz melalui X.
Melansir Reuters, sebuah sumber Pakistan yang terlibat dalam mediasi antara AS dan Iran mengatakan bahwa ada kemajuan dalam diplomasi jalur belakang dan bahwa pertemuan mendatang antara kedua pihak dapat menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman, diikuti oleh kesepakatan komprehensif dalam waktu 60 hari.
"Kedua pihak setuju pada prinsipnya, dan detail teknis akan menyusul kemudian," kata sumber tersebut.