Intelijen AS Ungkap Israel Gunakan Kapal Selam Serang Armada Global Sumud Flotilla

Anton Suhartono
Pejabat intelijen AS mengungkap serangan terhadap sejumlah kapal GSF dilakukan menggunakan kapal selam dan drone (Foto: GSF)

Setelah insiden itu, Angkatan Laut Israel kembali melakukan aksi besar dengan mencegat 13 kapal GSF pada Rabu lalu. Ratusan aktivis internasional, termasuk Greta Thunberg, ditangkap dan dibawa ke pelabuhan Ashdod. Dalam operasi tiga hari berikutnya, lebih dari 40 kapal flotilla ditangkap dengan total 450 lebih aktivis dari 50 negara.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menyebut para aktivis itu sebagai “teroris yang menyamar sebagai relawan kemanusiaan”, pernyataan yang langsung memicu kecaman keras dari dunia internasional.

Banyak pihak menilai penggunaan drone dan kapal selam terhadap misi sipil merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran hukum internasional. Serangan di perairan Tunisia juga dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan negara lain.

Sementara itu, Netanyahu belum menanggapi tudingan bahwa dia memerintahkan langsung operasi bawah laut tersebut. 

Namun bagi dunia internasional, operasi rahasia ini mempertegas bahwa Israel tidak segan menggunakan kekuatan militer penuh terhadap inisiatif kemanusiaan, bahkan di luar batas yurisdiksi negaranya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal