Ini Penyebab Negosiasi AS-Iran Buntu versi Mantan Diplomat AS

Anton Suhartono
Amerika Serikat dinilai salah besar dalam memperhitungkan kemampuan Iran, sehingga berujung pada kegagalan total dalam perundingan damai putaran pertama (Foto: Anadolu)

Freeman menambahkan, AS datang dengan asumsi keliru bahwa pihak yang mampu menghancurkan lawan akan memenangkan konflik. Dengan keyakinan tersebut, delegasi AS merasa berada di atas angin dan mencoba menekan Iran selama pembicaraan.

Namun, pendekatan itu justru menjadi bumerang. Iran, yang menganggap konflik ini sebagai ancaman eksistensial, menunjukkan keteguhan dan bergeming sedikit pun. Sementara itu, delegasi AS dinilai kurang memiliki pengalaman teknis dibandingkan tim Iran.

“Iran tetap teguh. Delegasi mereka terdiri dari diplomat berpengalaman dan ahli teknis, sementara tim AS memiliki banyak koneksi politik tapi kurang keahlian,” kata Freeman.

Perundingan yang berlangsung selama 21 jam itu gagal menghasilkan kesepakatan. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance pun pulang dengan tangan hampa.

Sehari setelah kegagalan tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan langkah keras dengan memblokade Selat Hormuz. Dia bahkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal-kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintasi jalur vital tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Iran Balas Serangan Amerika Pakai Rudal Angkatan Laut dan Drone Masif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal