WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui tak mudah mengambil persediaan uranium Iran yang terkubur jauh di bawah tanah fasilitas nuklir negara itu. Pengambilan persediaan uranium yang diperkaya Iran bakal membutuhkan proses panjang dan sulit.
Militer AS melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada 22 Juni 2025.
"Operasi Midnight Hammer adalah penghancuran total terhadap lokasi-lokasi debu nuklir di Iran," kata Trump, merujuk pada serangan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (21/4/2026).
Trump berkali-kali menegaskan serangan menggunakan pesawat pengebom B-2 itu berhasil menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran dan tak akan bisa dipulihkan dalam waktu puluhan tahun.
"Oleh karena itu, penggaliannya akan menjadi proses panjang dan sulit," tuturnya.