Ini Isi Surat Trump kepada Presiden Israel Minta Netanyahu Diampuni dari Tuduhan Korupsi

Anton Suhartono
Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia setelah mengirim surat kepada Isaac Herzog, berisi permintaan agar Neyanyahu diampuni dari tuduhan korupsi (Foto: AP)

“Sekarang setelah kita mencapai keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, dan mampu mengendalikan Hamas, saatnya membiarkan Bibi (Netanyahu) menyatukan Israel dengan mengampuninya, dan mengakhiri perang hukum itu untuk selamanya,” tulis Trump.

Dorong Perluasan Perjanjian Abraham

Trump juga menyebut Netanyahu tengah melakukan upaya diplomasi berkelanjutan untuk memperluas Perjanjian Abraham, kesepakatan yang menormalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab. Ia mengklaim Netanyahu memainkan peran penting dalam mendorong lebih banyak negara Timur Tengah untuk bergabung dalam perjanjian tersebut.

“Isaac, kita telah menjalin hubungan hebat, hubungan yang sangat saya syukuri dan hormati, dan kita sepakat segera setelah saya dilantik pada Januari bahwa fokus harus dipusatkan, pada akhirnya untuk memulangkan para sandera dan menyelesaikan perjanjian damai,” tulis Trump dalam bagian lain suratnya.

Trump bahkan sempat mengulang klaim keliru bahwa ia telah “mengamankan perdamaian di Timur Tengah sejak 3.000 tahun lalu,” meski Israel baru berdiri pada 1948, sementara gerakan Zionis sendiri baru muncul pada akhir abad ke-19.

Analis menilai, langkah Trump meminta pengampunan untuk Netanyahu bisa dianggap sebagai bentuk campur tangan politik asing dalam sistem hukum Israel, yang hingga kini masih memproses kasus dugaan suap dan penipuan terhadap sang perdana menteri.

Meski jabatan Presiden Israel bersifat seremonial, Herzog tetap memiliki wewenang konstitusional untuk memberikan grasi dan amnesti. Namun, selama persidangan Netanyahu masih berjalan, langkah pengampunan tidak bisa dilakukan.

Surat pribadi Trump ini menandai intervensi politik paling eksplisit dari mantan presiden AS terhadap urusan domestik Israel, sekaligus mempertegas kedekatannya dengan Netanyahu, yang tengah berjuang mempertahankan kekuasaan di tengah tekanan hukum dan kritik internasional atas perang Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

57 tahun lalu

AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan

57 tahun lalu

Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal