NEW YORK, iNews.id - Rusia dan China memilih abstain dalam voting draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Kedua negara menilai draf resolusi tersebut tidak seimbang serta tidak akan membantu mewujudkan perdamaian di kawasan.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan negaranya tidak mendukung resolusi tersebut karena substansinya dianggap tidak mencerminkan situasi secara adil.
Menurut dia, dokumen itu juga dinilai tidak akan mencapai tujuan utama menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
“Kami menyesalkan situasi yang dialami negara-negara Timur Tengah. Terlebih lagi, kami menganggap tidak bisa diterima menyerang infrastruktur sipil negara-negara Arab di Teluk,” kata Nebenzia.
Sementara itu Dubes China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan konflik yang terjadi di kawasan tidak memiliki legitimasi maupun dasar hukum. Dia menegaskan Amerika Serikat (AS) dan Israel harus menghentikan serangan agar situasi regional tidak semakin memburuk.
Meski abstain, Rusia dan China juga tidak menggunakan hak veto untuk memblokir resolusi tersebut. Menurut laporan jurnalis Al Jazeera Gabriel Elizondo, keputusan itu kemungkinan diambil karena resolusi tersebut mendapat dukungan sangat luas dari negara-negara anggota PBB.
Resolusi yang diajukan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) itu akhirnya diadopsi pada Rabu (11/3/2026) waktu New York. Dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, sebanyak 13 negara mendukung resolusi tersebut sementara Rusia dan China memilih abstain. Tidak ada negara yang memberikan suara menolak.
Selain di Dewan Keamanan, resolusi tersebut juga didukung oleh 135 negara anggota Majelis Umum PBB.