NEW YORK, iNews.id - Iran murka setelah Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang mengecam serangan Teheran ke negara-negara Arab, yakni di Teluk serta Yordania.
Teheran menegaskan pihaknya justru menjadi korban agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel serta menilai keputusan tersebut sebagai ketidakadilan terhadap negaranya.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan, resolusi tersebut mendistorsi fakta di lapangan serta mengabaikan akar konflik di Timur Tengah. Menurut dia, perang dipicu oleh serangan yang AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
“Resolusi ini merupakan ketidakadilan yang nyata terhadap negara saya, korban utama dari tindakan agresi yang jelas. Resolusi ini mendistorsi realitas di lapangan dan sengaja mengabaikan akar penyebab krisis saat ini,” kata Iravani, kepada Dewan Keamanan PBB.
Dia menegaskan sejak serangan AS dan Israel, sebanyak 1.348 warga sipil tewas dan lebih dari 17.000 lainnya luka. Di antara korban tersebut terdapat 170 siswi yang tewas dalam serangan di Kota Minab. Selain korban jiwa, lebih dari 19.000 lokasi sipil, termasuk rumah tinggal dan rumah sakit, juga mengalami kerusakan.