Keinginan tersebut muncul di tengah kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia, terutama terkait potensi gangguan di Selat Hormuz. Selain itu, pejabat AS juga mengakui terkejut dengan daya tahan Iran menghadapi serangan bertubi-tubi dari AS dan sekutunya.
Pengumuman gencatan senjata sendiri disampaikan Trump pada Rabu (7/4/2026) malam, hanya satu jam sebelum batas waktu rencana serangan terhadap infrastruktur energi dan sipil Iran berakhir. Langkah ini sempat memicu spekulasi bahwa AS hanya menunda serangan, bukan benar-benar menghentikannya.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran diminta membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas penghentian serangan selama dua pekan. Namun laporan ini bertolak belakang dengan narasi publik yang disampaikan Trump dan pejabat senior AS, yang sebelumnya mengklaim Iran memohon gencatan senjata dan menyebutnya sebagai kemenangan tanpa syarat.