Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WhatsApp Digugat gegara End-to-End Encrypted Chat Dituduh Kebohongan Besar!
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki

Jumat, 10 April 2026 - 10:03:00 WIB
Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki
AS menganggap Pakistan lebih netral serta memiliki peluang lebih besar diterima oleh Iran dalam proses negosiasi damai (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap alasan di balik penunjukan Pakistan sebagai mediator perdamaian dengan Iran. Padahal beberapa negara lain yang juga memiliki hubungan dekat dengan Iran, seperti Turki, menawarkan diri untuk memfasilitasi perundingan.

Seorang sumber pejabat Gedung Putih mengatakan kepada surat kabar Inggris, Financial Times (FT), keputusan ini diambil karena Pakistan dinilai lebih netral serta memiliki peluang lebih besar diterima oleh Teheran dalam proses negosiasi damai. Seperti diketahui, Pakistan juga memiliki hubungan dengan dekat dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Selain faktor netralitas, kedekatan geografis Pakistan sebagai negara tetangga Iran juga menjadi pertimbangan penting. Washington menilai posisi tersebut membuat Islamabad lebih memahami dinamika kawasan dan memiliki jalur komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah Iran dibandingkan Turki.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi senyap yang dijalankan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mendorong tercapainya gencatan senjata. Di balik pernyataan kerasnya ke publik, pemerintahan Trump ternyata telah bekerja di balik layar selama beberapa pekan untuk menghentikan konflik.

Surat kabar Financial Times melaporkan, inisiatif gencatan senjata selama dua pekan sebagian besar didorong oleh Washington. Bahkan, Trump disebut sudah menginginkan penghentian konflik sejak 21 Maret, meski pada saat yang sama terus melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut