Inggris Tuduh Rusia Lakukan Operasi Serangan Siber Global

Nathania Riris Michico
Ilustrasi serangan siber. (Foto: Four Corners Cyber War)

"Tindakan GRU itu sembrono dan tidak pandang bulu, mereka mencoba melemahkan dan mencampuri pemilu di negara lain; mereka bahkan siap merusak perusahaan Rusia dan warga Rusia," sambungnya.

Para peretas yang diidentifikasi sebagai mata-mata GRU oleh NCSC termasuk sebuah entitas yang beragam yang disebut "APT28", "Pawn Storm", "Sandworm", "Fancy Bear", dan "Sofacy Group".

Kementerian Kehakiman AS sebelumnya pernah menyalahkan kelompok itu karena melakukan banyak operasi peretasan di seluruh dunia.

Mereka menargetkan segala sesuatu dari partai politik AS dan situs-situs think tank konservatif AS untuk industri infrastruktur utama seperti jaringan listrik.

Wakil direktur jenderal di Royal United Services Institute (RUSI), Malcolm Chalmers, mengatakan kegiatan GRU jauh melampaui spionase masa damai tradisional.

"Dengan meluncurkan operasi mengganggu yang mengancam kehidupan di masyarakat, mereka mengaburkan batas antara perang dan perdamaian," tambahnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
1 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal