Inggris Tuding Rusia Mata-matai Mantan Agen 5 Tahun Sebelum Diracuni

Anton Suhartono
Polisi Inggris memeriksa lokasi serangan terhadap Skripal dan Yulia (Foto: BBC)

Sementara itu, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan, berdasarkan laporannya, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tak menyebut racun yang digunakan untuk menyerang Skripal dan Yulia. Laporan OPCW hanya menyebut komposisi dari zat tersebut. Karena itu, Lavrov menuding Inggris melebih-lebihkan serangan senjata kimia.

Di tempat terpisah, Duta Besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko, menuduh Inggris menghancurkan alat bukti.

"Kami mendapat kesan Pemerintah Inggris sengaja membuat kebijakan menghancurkan semua bukti yang ada, mengklasifikasikan semua bahan yang tersisa dan membuat penyelidikan independen dan transparan menjadi tidak mungkin dilakukan," kata Yakovenko.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
3 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal