ICC Selidiki Hongaria karena Tolak Tangkap PM Israel Netanyahu

Anton Suhartono
Viktor Orban (kiri) menerima kunjungan Benjamin Netanyahu di Budapest pada 3 April 2025 (Foto: AP)

DEN HAAG, iNews.id - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menyelidiki Hongaria karena menolak untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung pada awal April. Hakim ICC akan meminta penjelasan dari Pemerintah Hongaria mengapa tidak menangkap Netanyahu.

ICC pada tahun lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain Netanyahu, ICC juga memburu mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Dalam surat pengajuan, pengadilan yang bermarkas di Den Haag, Belanda, itu menyatakan telah memulai proses hukum atas ketidakpatuhan Hongaria terhadap aturan ICC. Hongaria ikut meneken Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC meski parlemen belum meratifikasinya.

Namun pada kenyataannya, Hongaria malah memberi sambutan karpet merah kepada Netanyahu.

Hongaria memiliki waktu hingga 23 Mei untuk menyerahkan bukti pembelaan.

Saat kunjungan Netanyahu, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan negaranya akan keluar dari ICC. Dia menuduh ICC tidak fair, namun pengadilan politik.

"Kami menandatangani perjanjian internasional, tapi kami tidak pernah melakukan semua langkah yang seharusnya diberlakukan di Hongaria," kata Orban, merujuk bahwa parlemen Hongaria belum mentapkannya sebagai hukum.

Hakim ICC sebelumnya sudah menolak argumen Orban tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Internasional
2 hari lalu

Mantan PM Israel Ehud Barak Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ini Komentar Netanyahu

Internasional
3 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Internasional
3 hari lalu

Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal