Hubungan Rusia dengan Armenia Memanas! Ini Pangkal Masalahnya

Ahmad Islamy Jamil
Pemandangan umum menunjukkan Kantor Pusat Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, Rusia 28 Maret 2023. (Foto: Reuters)

Tak hanya itu, Moskow juga tidak senang dengan persetujuan Armenia untuk menjadi tuan rumah latihan militer bersama dengan Amerika Serikat, di samping kunjungan kemanusiaan ke Ukraina oleh istri Perdana Menteri Nikol Panshinyan. Padahal, Armenia menjadi tuan rumah pangkalan militer Rusia dan hampir sepenuhnya bergantung pada Rusia untuk pasokan pertahanan. 

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pekan ini, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan, kebijakan negaranya yang selama ini hanya mengandalkan Rusia untuk menjamin keamanannya adalah kesalahan strategis. Dia mengatakan Moskow, yang terganggu oleh perangnya dengan Ukraina, tidak mampu mewujudkannya dan mengurangi perannya dalam mewujudkan perdamaian di Kaukasus Selatan. 

Karabakh, yang telah lama dikenal sebagai bagian dari Azerbaijan, sebagian besar dihuni oleh etnik Armenia. Pasukan Armenia merebut wilayah di sekitar Karabakh ketika Uni Soviet runtuh pada 1990-an. Akan tetapi, Azerbaijan merebut kembali wilayah tersebut dalam konflik enam minggu pada 2020 yang berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia. Perundingan antara Baku dan Yerevan sampai sejauh ini gagal mencapai perdamaian jangka panjang. 

Armenia mengeluh bahwa pasukan penjaga perdamaian Rusia yang mengawasi gencatan senjata 2020 gagal mengakhiri blokade Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Yerevan juga secara terbuka mempertanyakan apakah mereka akan tetap berada di Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah aliansi militer enam negara bekas Uni Soviet yang dipimpin Rusia. 

Penasihat kebijakan luar negeri Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya siap mengizinkan bantuan Palang Merah dari Armenia ke Nagorno-Karabakh jika bantuan Bulan Sabit Merah dari Azerbaijan juga diizinkan masuk pada saat yang bersamaan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal