MOSKOW, iNews.id – Rusia pada Jumat (8/9/2023) memanggil duta besar Armenia untuk menyampaikan protes atas sejumlah langkah Yerevan yang dianggap Moskow “tidak bersahabat”. Protes itu diajukan Rusia tatkala ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan melonjak terkait wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.
Dalam beberapa jam setelahnya, Kementerian Luar Negeri Armenia mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan kesediaannya untuk menyelesaikan perselisihan dengan Azerbaijan mengenai wilayah di Kaukasus Selatan tersebut. Nagorno-Karabakh memang menjadi titik fokus dari dua perang Baku-Yerevan dalam 30 tahun terakhir.
Akan tetapi, pernyataan yang dikeluarkan Kemlu Armenia tersebut tidak menjawab keluhan yang diajukan Rusia.
Sementara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, dalam serangkaian pernyataannya, mengatakan bahwa justru Armenia-lah yang menjadi ancaman terhadap stabilitas regional dengan bersekongkol dengan separatisme di Nagorno-Karabakh. Armenia dan Azerbaijan pada Kamis (7/9/2023) saling menuduh memindahkan pasukan ke dekat perbatasan dua negara.
Reuters melansir, Rusia memberikan pernyataan keras kepada duta besar Armenia karena mengajukan permohonan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Sementara seperti yang telah diketahui, ICC adalah lembaga yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.