Hizbullah Hujani Israel dengan Ratusan Roket, Serang Pangkalan Militer Ashdod dan Tel Aviv

Anton Suhartono
Kelompok Hizbullah Lebanon untuk pertama kali menyerang pangkalan militer Israel di Ashdod (Foto: AP)

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengutuk serangan terhadap permukiman itu sebagai upaya untuk menggagalkan gencatan senjata yang diprakrasai Amerika Serikat.

"(Mengandung) Pesan langsung dan berdarah untuk menolak semua upaya dan kontak yang sedang berlangsung (untuk mengakhiri perang. (Israel) sekali lagi menulis dengan darah warga Lebanon penolakan yang kurang ajar terhadap solusi yang sedang dibahas," kata Mikati, dalam pernyataan yang dikeluarkan kantor presiden, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (25/11/2024).

Joseph Borrell, kepala urusan luar negeri Uni Eropa, menyerukan tekanan lebih keras kepada Israel dan Hizbullah untuk mencapai kesepakatan. Kesepakatan itu sedang menunggu persetujuan akhir dari pemerintah Israel.

"Kita hanya melihat satu kemungkinan jalan ke depan, gencatan senjata segera dan implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," kata Borrell.

Borrell mengatakan, UE menyiapkan 200 juta euro untuk membantu militer Lebanon serta akan mengerahkan pasukan tambahan ke di wilayah selatan atau perbatasan dengan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jenderal Angkatan Darat Lebanon Tewas

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

57 tahun lalu

Sadis! Israel Bom Tenda Pengungsi Gaza, 6 Orang Tewas 10 Luka termasuk Anak-Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal