Banyak warganet yang mengecam pernikahan ini karena melibatkan anak berusia 11 tahun. Posting-an itu lalu dihapus, namun dia menggantinya dengan membuat status baru. Isinya menjelaskan, pernyataan yang pertama sebenarnya merupakan sindiridan dan ditujukan kepada pengadilan, ustaz, dan Departemen Kesejahteraan Sosial.
Petugas departemen sudah mendatangi rumah pria itu, namun belum diketahui hasilnya.
Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Pengembangan Masyarakat juga turun tangan dan akan mengeluarkan pernyataan dalam waktu dekat.