Saat ini sedang berlangsung kontak dengan beberapa negara dan mediator untuk menghidupkan kembali negosiasi dan segala retorika Netanyahu untuk menggagalkan kesepakatan harus ditolak.
"Kami siap untuk melanjutkan upaya tersebut tapi yang lebih penting adalah melihat keinginan nyata di pihak penjajah untuk mengakhiri agresi. Fakta membuktikan, Netanyahu adalah orang yang merusaknya (negosiasi),” kata Hayya.
Netanyahu, saat menengok pasukannya di ke Jalur Gaza pada Selasa lalu, mengatakan Hamas tidak akan memerintah Gaza lagi setelah perang berakhir. Dia juga mengklaim Israel telah menghancurkan kemampuan militer kelompok perlawanan tersebut.
Sayembara yang diumumkan Netanyahu bisa saja menunjukkan rasa bentuk frustrasi Israel karena sampai saat ini gagal menemukan para sandera. Padahal operasi serangan darat militer Zionis sudah berlangsung selama setahun lebih. Diperkirakan saat ini terdapat sekitar 100 sandera Israel di Gaza, sebanyak sepertiga hingga setengahnya diyakini telah tewas.