Hakim Perempuan Afghanistan Hidup dalam Teror Balas Dendam Narapidana Taliban

Umaya Khusniah
Hakim perempuan di Afghanistan ketakutan para tahanan pria akan balas dendam. (Foto: Reuters)

Sejak itu dia tetap berhubungan dengan rekan-rekannya di Afghanistan. Rekan-rekannya hidup dalam ketakutan dan teror. 
"Mereka memberi tahu saya jika tidak diselamatkan, hidup mereka dalam bahaya," katanya. 

Dilansir dari Straits Times, perempuan yang bekerja di bidang hukum telah menjadi target utama. Dua hakim agung perempuan telah ditembak mati pada bulan Januari lalu.

Seorang aktivis hak asasi manusia Afghanistan, Horia Mosadiq mengatakan, selain hakim, ada sekitar seribu perempuan pembela hak asasi manusia lainnya yang juga bisa menjadi sasaran Taliban. Narapidana yang dibebaskan menelepon dengan ancaman pembunuhan kepada hakim, jaksa dan petugas polisi wanita. 

"Mereka mengatakan kami akan mengejarmu," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, Kemenag Lantik 15 Perempuan jadi Kepala KUA

57 tahun lalu

Hakim Praperadilan Singgung Miskomunikasi Pejabat Polda Metro terkait Kasus Andrie Yunus

57 tahun lalu

Ini Alasan Hakim Perintahkan Polda Metro Lanjutkan Usut Kasus Andrie Yunus

57 tahun lalu

KY Dalami Laporan TAUD soal Hakim Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal