Gertak Rusia-Iran, Trump Kembangkan Sistem Pencegat Rudal Hipersonik

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump saat memaparkan soal Trump meluncurkan Missile Defense Review. (Foto: MANDEL NGAN/AFP)

Hal ini memicu Pentagon memburu cara untuk meningkatkan kemampuannya melacak rudal hipersonik, terutama dengan menggunakan sensor yang ada yang ditempatkan di ruang angkasa.

"Teknologi baru ini menghasilkan ancaman baru, dan ancaman ini lebih sulit dilihat, lebih sulit dilacak, dan lebih sulit dikalahkan," kata Penjabat Sekretaris Pertahanan Patrick Shanahan.

"Kepada lawan kami, kami melihat apa yang Anda lakukan dan kami mengambil tindakan."

Sebelumnya, pada bulan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin membual soal rudal hipersonik baru yang dapat terbang sekitar 20.500 mil (33.000 kilometer) per jam dan tidak dapat dihentikan.

Sementara Trump mengecam Iran karena mengembangkan teknologi rudal, dia tidak menyebut Rusia atau Korea Utara (Korut).

Korut sendiri sudah mengembangkan persenjataan rudal balistik yang kini mampu menghantam AS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal