Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir 1 Maret, Bagaimana Nasib Gaza?

Anton Suhartono
Gencatan senjata tahap pertama di Gaza telah berakhir pada Sabtu (1/3), justru di awal Ramadhan (Foto: AP)

"Hari-hari mendatang sangat penting. Kedua pihak harus berusaha keras untuk menghindari kegagalan kesepakatan ini," kata Guterres.

Gencatan senjata memungkinkan pasokan bantuan kemanusiaan yang lebih besar ke Gaza, di mana lebih dari 69 persen bangunan rusak atau hancur, hampir seluruh penduduk mengungsi, dan kelaparan meluas di mana-mana.

Terlebih lagi, umat Islam di Gaza sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Meski serba kekurangan, masyarakat Gaza tak ingin melewatkan Ramadhan begitu saja. Mereka memasang lentera di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat perang. Salat Tarawih digelar di bekas bangunan masjid yang hancur atau tanah lapang.

“Ramadhan telah tiba tahun ini, dan kami berada di jalanan tanpa tempat berteduh, tanpa pekerjaan, tanpa uang, tanpa apa pun,” kata Ali Rajih, seorang warga Jabalia, Gaza Utara, kepada AFP.

Rajih dan delapan anaknya tidak punya rumah lagi dan kini tinggal terkatung-katung di jalanan. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS

57 tahun lalu

Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat

57 tahun lalu

Israel Tolak Ikuti Kesepakatan Damai, Netanyahu Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal