Amerika Serikat pada Maret 2022 menjatuhkan sanksi terhadap RSF karena dituduh menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer pada 2021.
Pertempuran di Khartoum membuat pasukan RSF, berbasis di lingkungan berpenduduk, kocar kacir menyebar ke penjuru kota. Pasukan pemerintah menggempur mereka dengan serangan udara menggunakan jet tempur maupun drone.
Pertempuran selama 2 pekan membuat puluhan ribu warga melarikan diri, bahkan melintasi perbatasan negara. Konflik tersebut juga memicu peringatan negara itu bisa hancur.