Garda Revolusi: Negara yang Menyerang Iran Akan Menjadi Medan Pertempuran

Anton Suhartono
Hossein Salami (Foto: AFP)

Sebelumnya Presiden Donald Trump memerintahkan penambahan jumlah pasukan AS di Teluk, terutama Arab Saudi, menyusul serangan atas dua fasilitas minyak Aramco. AS juga mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, Pentagon mengirim tambahan personel militer dan persenjataan ke Teluk juga atas permintaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kepala Staf Gabungan AS Joe Dunford mengategorikan penambahan pasukan di Teluk sebagai 'menengah' dengan jumlah pasukan di kisaran ribuan orang.

Pasukan di AS di Teluk hanya bersifat defensif, yakni menangkal serangan udara dan laut ke dua negara sekutunya itu. Selama ini serangan terhadap Saudi datang dari pemberontak Houthi di Yaman. Serangan terparah terjadi di bandara internasional Abha yang menyebabkan jatuhnya korban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Internasional
15 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
16 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
18 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal