G7 dan UE Tetapkan Batas Harga Minyak Rusia 60 Dolar AS per Barel, Begini Reaksi Kremlin

Umaya Khusniah
Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Reuters)

Minyak mentah Ural Rusia diperdagangkan sekitar 67 dolar AS per barel pada Jumat (2/12/2022).

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan batas harga 60 dolar AS per barel dinilai akan menguntungkan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Mereka telah menanggung beban harga energi dan pangan yang tinggi selama ini.

"Dengan ekonomi Rusia yang sudah berkontraksi dan anggarannya semakin menipis, batas harga akan segera memotong sumber pendapatan terpenting Presiden Vladimir Putin," kata Yellen dalam sebuah pernyataan.

Dalam komentar yang dipublikasikan di Telegram, kedutaan besar Rusia di AS mengkritik apa yang disebutnya langkah Barat yang berbahaya. Selain itu, Moskow akan terus mencari pembeli minyaknya.

"Langkah-langkah seperti ini pasti akan menghasilkan peningkatan ketidakpastian dan membebankan biaya yang lebih tinggi untuk konsumen bahan baku. Terlepas dari instrumen yang berbahaya dan tidak sah tersebut, kami yakin minyak Rusia akan terus diminati," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal