Fakta Kehidupan Algojo Eksekutor Hukuman Pancung, Hilangkan Iba demi Perintah

Tika Vidya Utami
Fakta kehidupan algojo eksekutor hukuman mati, di antaranya harus tega mengekekusi orang dekat (Foto: Reuters)

Abdallah mengaku pernah mengeksekusi orang-orang terdekat, namun tidak terpengaruh dengan faktor kedekatan dengan orang tersebut. Dia tetap menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Bila dulu mewarisi pekerjaan sebagai algojo dari ayahnya, giliran Abdallah melakukan terhadap anaknya. Pekerjaan Abdallah sebagai algojo telah diturunkan kepada anak pertamanya, Badr. Kini, Badr ditempatkan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. 

Hal serupa juga disampaikan Muhammad Saad Al Beshi, algojo senior lainnya. Dia mengatakan tugas memancung orang sesuai dengan perintah Allah, sehingga tak masalah mengeksekusi 2, 4 atau 10 orang. 

Sebenarnya menghukum mati seseorang juga dilakukan negara lain, hanya bentuknya berbeda, seperti tembakan, gantung, atau injeksi.

Al Beshi memulai profesi sebagai algojo pada 1998 di Jeddah. Awalnya, pekerjaan itu membuatnya gugup, apalagi banyak mata yang menyaksikan proses hukum pancung. Namun, seiring waktu, Al Beshi mampu mengatasinya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hakim Soroti Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang: Rendahkan Wibawa Pengadilan

57 tahun lalu

Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi

57 tahun lalu

Iran-Israel Perang Lagi, Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

57 tahun lalu

Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Unduh Sertifikat Resmi Lewat Nusuk, Cukup Scan Barcode

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal