Saat pertama kali menjalan tugas algojo, Abdallah sudah dihadapkan untuk mengeksekusi beberapa napi dalam sehari. Tak pelak namanya langsung dikenal sebagai salah satu algojo terkenal. Apalagi hukuman pancung di Saudi diumumkan atau bisa diketahui publik.
Masa kecil Abdallah sudah familiar dengan kehidupan algojo. Dia sering melihat sang ayah melakukan eksekusi hukuman pancung. Abdallah juga pernah diajak ayahnya melihat temannya melakukan hukuman pancung.
Selama menjadi algojo puluhan tahun, Abdallah telah memancung ratusan kepala. Namun tugas Abdallah bukan hanya mengeksekusi mati, dia juga memotong tangan serta kaki untuk terpidana kasus pencurian.
Meski mengerikan, Abdallah tetap profesional menjalankan tugas karena ini bukan hanya perintah pengadilan tapi juga agama.
Dalam menjalankan tugas, sempat timbul rasa kasihan kepada orang yang akan dipancung. Namun perasaan itu justru akan mempersulit tugasnya dalam melaksanakan eksekusi. Oleh Karena itu, dia coba menghilangkan rasa iba, bahkan kepada orang yang dia kenal sekalipun.