"Jika itu adalah baterai yang terlalu panas yang meledak, Anda akan menduga akan terjadi lebih banyak kebakaran kecil & kesalahan tembak," katanya.
Snowden pun menuduh Israel melakukan tindakan gegabah yang berdampak merugikan pada banyak orang. Dia menegaskan, taktik serangan semacam itu sama saja dengan terorisme.
Pasukan intelijen Israel sebelumnya telah menaruh bahan peledak di telepon pribadi untuk menargetkan musuh, menurut buku terbitan tahun 2018 berjudul “Rise and Kill First”. Para peretas juga telah menunjukkan kemampuan untuk menyuntikkan kode berbahaya ke dalam perangkat pribadi, yang menyebabkan perangkat tersebut menjadi terlalu panas dan meledak dalam beberapa kasus.
Kementerian luar negeri Lebanon menyebut ledakan itu sebagai "serangan siber Israel", namun tidak memberikan perincian tentang bagaimana mereka sampai pada kesimpulan itu. Menteri Informasi Lebanon menyatakan serangan itu merupakan serangan terhadap kedaulatan Lebanon.
Amerika Serikat mengklaim tidak terlibat dalam serangan maut itu.