Es Gunung Everest Butuh Ribuan Tahun Terbentuk, Menyusut Drastis Hanya dalam 25 Tahun

Ahmad Islamy Jamil
Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. (Foto: Reuters)

Seorang pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, yang telah mendaki Everest sebanyak 25 kali sejak 1994, mengatakan kepada AFP pada Sabtu (5/2/2022) bahwa dia telah menyaksikan sendiri perubahan drastis di gunung itu.

“Kami sekarang melihat batu tersingkap di daerah yang dulunya ada salju. Tidak hanya di Everest, gunung-gunung lain juga kehilangan salju dan esnya. Ini mengkhawatirkan,” ujarnya.

Gletser Himalaya menjadi sumber air penting bagi hampir 2 miliar orang yang tinggal di sekitar pegunungan dan lembah sungai di bawahnya. Gletser itu memberi makan 10 sistem sungai terpenting di dunia dan juga membantu memasok miliaran orang dengan makanan dan energi.

Dampak perubahan iklim yang berhubungan dengan air sudah dialami setiap hari oleh jutaan orang di seluruh dunia, menurut ilmuwan iklim PBB.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penemuan Tak Terduga! Madu Lebah Asli Indonesia Ini Mengandung Antikanker

57 tahun lalu

BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa

57 tahun lalu

Mendikti Dalami Dugaan WNI Palsukan Riset: Perlu Diverifikasi Objektif

57 tahun lalu

Heboh Peneliti RI Diduga Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, Komisi X DPR Desak Investigasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal