Es Gunung Everest Butuh Ribuan Tahun Terbentuk, Menyusut Drastis Hanya dalam 25 Tahun

Ahmad Islamy Jamil
Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. (Foto: Reuters)

KATHMANDU, iNews.id – Es yang terdapat di dekat puncak Gunung Everest dilaporkan telah menyusut secara dramatis dalam tiga dekade terakhir akibat perubahan iklim. Padahal, es itu membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terbentuk.

Sebuah studi baru menunjukkan, formasi es di jalur pendakian South Col di gunung itu mungkin telah kehilangan ketebalan sekitar 55 meter dalam 25 tahun terakhir. Kesimpulan itu diperoleh lewat penelitian yang dipimpin oleh University of Maine, Amerika Serikat, dan diterbitkan minggu ini oleh jurnal ilmiah Nature.

Penanggalan karbon menunjukkan, lapisan atas es berusia sekitar 2.000 tahun itu menunjukkan bahwa gletser menipis lebih dari 80 kali lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk membentuknya. “Pada tingkat tersebut, South Col mungkin akan menghilang dalam beberapa dekade,” kata ilmuwan utama yang terlibat dalam studi tersebut, Paul Mayewski, kepada National Geographic

“Ini transisi yang cukup luar biasa,” ucapnya.

Gletser South Col berada sekitar 7.900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan satu kilometer di bawah puncak gunung tertinggi di dunia.

Peneliti lain telah menunjukkan bahwa tingkat pencairan gletser Himalaya sudah sangat mengkawatirkan. Saat gletser menyusut, ratusan danau terbentuk di kaki Pegunungan Himalaya yang sewaktu-waktu dapat meluap dan menimbulkan banjir.

Seorang pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, yang telah mendaki Everest sebanyak 25 kali sejak 1994, mengatakan kepada AFP pada Sabtu (5/2/2022) bahwa dia telah menyaksikan sendiri perubahan drastis di gunung itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
55 menit lalu

BMKG Ungkap Bukti Nyata Perubahan Iklim, Curah Hujan di RI Meningkat

Nasional
13 hari lalu

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains

Internasional
14 hari lalu

Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"

Nasional
2 bulan lalu

Hashim: Kita Harus Bangun Tanggul Laut Raksasa, kalau Tidak 100 Juta Jiwa Terdampak Negatif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal