Erdogan Ingin Krimea Dikembalikan ke Ukraina, Begini Tanggapan Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: EPA)

"Kami berharap bahwa seiring berjalannya waktu, hal ini akan memungkinkan Ankara untuk lebih memahami kami, lebih memahami, dan menyetujui argumen kami," kata jubir Kremlin itu lagi.

Dia menuturkan, Erdogan mendapat tekanan dari Amerika Serikat atas hubungan ekonominya yang erat dengan Moskow. Namun, Rusia telah berjanji untuk terus mengembangkan hubungan kemitraan dengan Turki di semua bidang lainnya.

Pekan ini, Kremlin menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin mungkin akan mengunjungi Turki untuk berunding dengan Erdogan setelah semua persiapan selesai.

Turki sendiri adalah anggota NATO, aliansi militer yang menjadi musuh bebuyutan Rusia sejak era Perang Dingin. Namun, Ankara telah memainkan peran penting sebagai perantara bagi Rusia dan Ukraina selama konflik mereka yang telah berlangsung selama 2,5 tahun, termasuk mengatur kesepakatan ekspor gandum Ukraina.

Pada pertemuan tingkat tinggi di Kazakhstan pada Juli, Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa Turki dapat membantu mengakhiri konflik. Akan tetapi Kremlin belum menanggapi tawaran pemimpin Turki tersebut sampai hari ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal