Erdogan Ingin Konstitusi Turki Diubah Lagi, untuk Apa?

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Menurut Erdogan, upaya amendemen konstitusi itu harus berlangsung transparan dan diketahui publik.

Pernyataan Erdogan kali ini muncul beberapa minggu setelah pemimpin MHP, Devlet Bahceli, menyarankan perubahan konstitusi untuk melarang Partai Demokratik Rakyat (HDP) pro-Kurdi. Partai itu dianggap mengusung separatisme. 

Namun, usulan Bahceli itu dikecam HDP. Partai itu menilai wacana pelarangan tersebut sebagai upaya untuk membungkam enam juta suara rakyat etnik Kurdi yang hidup di Turki.

Bahceli telah lama menjadi pengkritik keras HDP. Seperti Erdogan, politikus itu menuduh HDP terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok militan yang memicu pemberontakan selama 36 tahun di Turki Tenggara. Namun, HDP membantah tuduhan itu.

“Menyusun konstitusi bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan di bawah bayang-bayang kelompok yang terkait dengan organisasi teroris (PKK) dengan orang-orang yang ikatan mental dan emosionalnya putus dengan negara mereka,” kata Erdogan, tanpa menyebut langsung HDP sebagai partai yang terkait dengan PKK.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

57 tahun lalu

Pesan Idul Adha, Erdogan Sebut Netanyahu Tiran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal