Karikatur itu dibuat oleh seniman kontroversial Ville Ranta yang beberapa kali dilaporkan ke polisi karena karyanya, termasuk menghasut kelompok etnis.
Sementara itu penerbit membela karikatur Ranta dengan alasan kebebasan berekspresi.
"Dengan menerbitkan gambar tersebut, kami mengingatkan pembaca bahwa kebebasan berekspresi harus dilindungi, terutama saat masa dan kondisi sulit," kata pejabat perusahaan penerbit, Perttu Kauppinen, kepada media Swedia.
Dia menambahkan, surat kabar sebelumnya juga menerbitkan sindiran serupa yang menargetkan proses keanggotaan NATO dan peran Turki di masa lalu.
Sementara itu surat kabar Swedia Flamman menggelar kompetisi membuat kartun yang menargetkan Erdogan. Pemimpin redaksi Flamman Leonidas Aretakis menjelaskan, kompetisi itu dibuat untuk mengangkat masalah penanganan pemerintah terhadap proses NATO.