Seperti diketahui, China memblokir X atau Twitter, bersama dengan medsos besar buatan Barat lainnya seperti Facebook.
“Mungkin menurutnya pelarangan (Twitter) itu adalah kebijakan yang baik, seperti mematikan @Starlink untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina terhadap Rusia,” kata Wu menambahkan.
Komentar Wu tersebut mengacu pada penolakan Musk memenuhi permintaan Ukraina untuk mengaktifkan jaringan satelit Starlink di Kota Sevastopol, Krimea, tahun lalu untuk membantu serangan militer Kiev terhadap armada Rusia di sana.
“Dengar, Taiwan bukan bagian dari RRC dan tentunya tidak untuk dijual!” Kata Wu, sambil menggunakan akronim Republik Rakyat China.
Pemerintahan Taiwan yang dipilih secara demokratis dengan tegas menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau itu. Menurut Taipei, hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri.
Ini bukan pertama kalinya Musk membuat marah Taiwan. Oktober lalu, bos Tesla itu menyatakan, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan dapat diselesaikan dengan menyerahkan sebagian kendali atas Taiwan kepada Beijing. Pernyataannya itu memicu teguran keras serupa dari Taiwan.