Elon Musk Dihujat gara-gara Samakan Taiwan dan China dengan Hawaii dan AS

Ahmad Islamy Jamil
CEO Tesla, Elon Musk. (Foto: Ist.)

Seperti diketahui, China memblokir X atau Twitter, bersama dengan medsos besar buatan Barat lainnya seperti Facebook.

“Mungkin menurutnya pelarangan (Twitter) itu adalah kebijakan yang baik, seperti mematikan @Starlink untuk menggagalkan serangan balasan Ukraina terhadap Rusia,” kata Wu menambahkan. 

Komentar Wu tersebut mengacu pada penolakan Musk memenuhi permintaan Ukraina untuk mengaktifkan jaringan satelit Starlink di Kota Sevastopol, Krimea, tahun lalu untuk membantu serangan militer Kiev terhadap armada Rusia di sana.

“Dengar, Taiwan bukan bagian dari RRC dan tentunya tidak untuk dijual!” Kata Wu, sambil menggunakan akronim Republik Rakyat China.

Pemerintahan Taiwan yang dipilih secara demokratis dengan tegas menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau itu. Menurut Taipei, hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri.

Ini bukan pertama kalinya Musk membuat marah Taiwan. Oktober lalu, bos Tesla itu menyatakan, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan dapat diselesaikan dengan menyerahkan sebagian kendali atas Taiwan kepada Beijing. Pernyataannya itu memicu teguran keras serupa dari Taiwan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tesla Klaim Mobil Full Self-Driving 10 Kali Lebih Aman dari Manusia, Senator AS Minta Bukti

57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal