Dulu Berperang, Kini Amerika Jajaki Kerja Sama dengan Taliban Lawan ISIS di Afghanistan

Anton Suhartono
Mark Milley menjajaki kerja sama dan koordinasi dengan Taliban untuk memerangi ISIS di Afghanistan (Foto: Reuters)

AS mengevakuasi lebih dari 124.000 orang dalam periode itu, termasuk warga sipil AS, negara lain, maupun warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negaranya untuk menghindari pemerintahan Taliban. Hanya saja, koordinasi itu tidak berlanjut. Ini bergantung pada kenyamanan kedua pihak dan belum tentu berlanjut di masa depan.

Milley menegaskan kerja sama baru-baru ini dengan Taliban di bandara Kabul belum tentu menjadi model yang juga akan diterapkan di masa depan.

Bagaimanapun, kedua pihak masih akan mengawasi satu sama lain. Taliban digulingkan dari pemerintahan Afghanistan pada 2001 menyusul invasi AS.

AS juga memindahkan misi diplomatiknya di Kabul ke Doha, Qatar, setelah Taliban merebut pemerintahan. Misi utama mereka saat ini adalah mengevakuasi sisa warga AS tertinggal di Afghanistan yang jumlahnya tak lebih dari 200 orang. 

Presiden Joe Biden juga pernah mengatakan, ada misi yang sama antara negaranya dengan Taliban terkait pemberantasan terorisme. Diketahui, ISIS merupakan musuh bebuyutan Taliban. Biden menjanjikan akan melanjutkan serangan terhadap ISIS di Afghanistan sebagai respons atas bom bunuh diri yang menewaskan 13 tentaranya serta lebih dari 160 warga sipil.

Pada Sabtu lalu militer AS kembali melakukan serangan drone, membunuh dua anggota ISIS-K yang diduga akan melakukan bom bunuh diri di bandara Kabul.

Namun itu bukan akhir dari serangan, Biden menegaskan pada Selasa, “Untuk ISIS-K, (urusan) kami dengan Anda belum selesai."

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal