Dubes Lyudmila Beberkan Jahatnya Rezim Ukraina: Anda Bisa Dihajar jika Berbahasa Rusia

Michelle Natalia
Lyudmila Vorobieva (Foto: MPI)

Lyudmila membeberkan, saat rezim anti-Rusia berkuasa, mereka menekan bahkan membunuh orang-orang Rusia serta memberikan ancaman fisik, bukan lagi budaya. 

Rezim ini memiliki batalion sukarela dan kelompok bersenjata berideologi pro-Nazi yang meluncurkan teror terhadap orang-orang berbahasa Rusia. 

"Di Ukraina, Anda bisa dihajar sampai babak belur kalau berbahasa Rusia. Anda bisa ditolak atau bahkan dipecat dari pekerjaan jika Anda orang Rusia. Akhir-akhir ini mereka mulai menggunakan ancaman fisik. Jadi, Republik Donetsk dan Luhansk memprotes hal ini dan kemudian terjadilah perang saudara di dalam wilayah Ukraina, bahkan 90 persen penduduk Krimea memilih untuk kembali ke Rusia," katanya.

Rusia menganeksasi Krimea karena tidak ingin mengecewakan harapan penduduknya. 

"Hal ini karena kelompok bersenjata ini mulai bergerak masuk Krimea dan mereka menginginkan perang saudara terjadi," ucapnya.

Dalam peryataan sebelumnya, Ukraina membantah tuduhan Rusia soal genosida terhadap warga berbahasa Rusia di Donetsk maupun Luhansk atau biasa dikenal Donbass. Mereka menganggap tuduhan itu sebagai propaganda dan dijadikan alasan untuk menyerang Ukraina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Prabowo: Indonesia Termasuk Negara Paling Aman jika Terjadi Perang Dunia III

Nasional
5 hari lalu

Kardinal Suharyo Kutip Pesan Paus Leo XIV soal Pemimpin Maklumi Perang: Doa Tak Akan Didengar

Nasional
9 hari lalu

Perang AS-Iran Diprediksi Selesai 30 April 2026, Ini Penjelasan Pengamat

Internasional
12 hari lalu

Rusia Larang Ekspor BBM Mulai 1 April 2026!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal