Lyudmila menambahkan, rezim terbaru di bawah Presiden Volodymyr Zelensky justru menekan orang-orang Rusia, mencoba melarang bahasa dan budaya Rusia, yang menurutnya sangat tidak mungkin dilakukan.
Menurut dia, tindakan itu ibarat melarang penggunaan bahasa dan budaya Jawa di pulau Jawa.
"Wilayah Donetsk dan Luhansk memprotes masalah ini. Kedua wilayah ini baru-baru saja kami akui kemerdekaan dan kedaulatannya. Kedua wilayah ini sebenarnya adalah wilayah Rusia di dalam kawasan Ukraina," tuturnya.
Lyudmila membeberkan, saat rezim anti-Rusia berkuasa, mereka menekan bahkan membunuh orang-orang Rusia serta memberikan ancaman fisik, bukan lagi budaya.
Rezim ini memiliki batalion sukarela dan kelompok bersenjata berideologi pro-Nazi yang meluncurkan teror terhadap orang-orang berbahasa Rusia.